REALITA (BUKAN CERITA) DARI KAMPUS STIS IMPIAN

"Inna ma'al usri yusra"
Artinya: Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (Q.S. Al-Inshirah 94: 6)

Assalamualaikum W. W

Awal kata ini diawali dengan sepenggal ayat Al-Qur'an di mana isi nya akan memberikan motivasi kita untuk berjuang. Sedikit cerita, kata orang di desaku kuliah itu susah, kuliah itu mahal, kuliah itu... dan itu-itu saja.

Tapi saat aku berjalan terus (*loh) aku menemukan kecerahan di mana kuliah di STIS adalah pilihan terbaik untukku. Bukan soal kuliahnya yang gratis, ataupun mendapat Tunjangan Ikatan Dinas tiap bulannya (serius! eh ngga juga sih :D) tapi ini soal kualitas kuliah dan 'keluarga' yang terbentuk di dalamnya.

Awal ceritanya, masih SMA bingung milih buat daftar SNMPTN, tapi alternatif lain datang disaat bingung memilih PTN. Solusi baru datang dari kancah PTK. Awalnya pengen masuk ABRI/TNI AD, tapi keliatan banget bakal tidak lolosnya, haha. Tapi masih ada alternatif, STIS atau STAN. Di mana saat itu, tahap 1 STAN sudah ku lalui, sedangkan STIS aku hanya tinggal daftar ulang. Di satu sisi orang tua mengedepankan STIS daripada STAN yang belum tentu diterima, dan paman menyarankan untuk mencoba STAN dengan iming-iming saat kerja gajinya akan lebih besar. Ya, mungkin beberapa orang tahu sebabnya *eh. Dan akhirnya, saran orang tua lebih menguatkan. Tapi diantara perjuangan ini, banyak cerita manis pahit yang begitu mendidik demi memperjuangkan kampus impian.

Kalau sudah mendengar istilah PTK, awalnya yang terbayang hanyalah militer, kekerasan, disiplin dan lain-lain. Tapi STIS sangatlah berbeda. Istilah senioritas tidak berlaku di kampus kami. Lebih pantas kita ambil istilah junioritas untuk kampus STIS. Di mana ada teman dan kakak tingkat yang sangat membantu kesuksesan kita dalam hal akademik maupun non-akademik.

Soal pengajar, STIS tak diragukan lagi. Dengan dosen berpendidikan minimal Strata 2 kita akan dididik menjadi statistisi pembangun bangsa Indonesia. Karena sudah jelas tidak perlu dibahas ya :D . Soal mahasiswa di sini tentu banyak yang berprestasi dan berasal dari berbagai daerah di penjuru Indonesia. Pintar dan berprestasi tak ada korelasinya dengan kesombongan di sini, dan berasal dari berbagai macam daerah tak ada korelasinya dengan kata apatis. Kami di sini bersama dan saling membantu demi lahirnya kader-kader negara dalam bidang statistika.




Sistem pembelajaran di STIS adalah dengan menerapkan sistem SKS yang telah dipaketkan. Jadi tiap tahun kita akan dibentuk dalam kelas-kelas layaknya saat berada di SMA. Hal ini akan memberikan keeratan antara mahasiswa dalam kelas, contohnya kelasku kelas 1B ini. haha. Dari awal ketemu sampai mencapai bulan ke 6 ini anaknya masih solid dan kompak. Saling membantu saat dalam kesusahan, bahagia bersama saat semua bahagia.

Tapi kekeluargaan di STIS bukan hanya hanya dalam kelas. Ada organisasi lain yang membuat kita berada dalam keluarga STIS seperti himada (himpunan mahasiswa daerah), UKM (unit kegiatan mahasiswa), dan KSM (kelompok studi mahasiswa).

 Himada, bisa dibilang sebagai saudara kita saat berada di sini. Himada adalah suatu himpunan mahasiswa daerah. Dari kepanjangannya saja kita sudah bisa mengerti makna dari himada ini. Himada adalah tempat di mana kita bisa merasakan kampung halaman saat berkumpul bersama. Bisa dibilang himada adalah wilayah ekstrateritorial suatu daerah yang berada di sekitar STIS. SIMPATI STIS adalah suatu ikatan mahasiswa yang berasal dari Karesidenan Pati, Jawa Tengah. Karakter mahasiswa yang kocak, gila tetapi serius saat ada event, membuat rasa rindu kampung halaman terobati di sini.

UKM, dimana tempat kita berkreasi. Dimana kegiatan-kegiatan di luar kegiatan kuliah yang sesuai bidangnya akan berkumpul. Di sinilah kirta akan berkumpul dengan orang yang 'sejenis' dengan kita. Setiap UKM di sini memiliki acara khusus tiap tahunnya yang bisa kita jadikan tempat hiburan di antara penatnya kuliah.

Keseruan di sela-sela KSM
KSM adalah kegiatan akademik di luar perkuliahan. Bisa dibilang belajar bersama sesama mahasiswa. Dalam hal ini, kakak tingkat banyak membantu adik tingkatnya untuk belajar dan mencapai prestasi. Ini membuktikan kakak tingkat bukan berarti senior bagi adik tingkatnya. Haha :D

Sekian gambaran STIS yang mungkin memotivasi, aamiin..

Wassalamualaikum W. W

Perkembangan Teknologi Printer


Seperti yang kita ketahui, dalam berjalannya suatu sistem komputer diperlukan adanya proses input, processing, dan output. Proses input sendiri didukung oleh banyak hardware seperti mouse, keyboard, webcam, dan lain-lain. Processing device berupa processor yang ada pada motherboard. Sedangkan media output sendiri didukung oleh beberapa hardware pula, seperti speaker, monitor, printer, dan lain-lain.

Dalam postingan kali ini, saya akan membahas tentang perkembangan salah satu output device yang sering sekali kita gunakan, yaitu printer. Perkembangan teknologi yang semakin canggih juga membawa printer untuk berkembang menjadi canggih pula. Bisa kita lihat jenis printer dari awal sampai yang paling modern saat ini.

Daisy Wheel, adalah sebuah printer yang sudah lama, dimana media pembentuk huruf ada dalam suatu piringan. Piringan-piringan tersebut disimpan di dalam printer itu sendiri. Saat mencetak, piringan akan menekan pita tinta sesuai dengan huruf dan mencetaknya. Keuntungan dari printer ini adalah jenis tulisan bisa diganti-ganti dengan mengganti piringan yang ada. Kekurangannya printer ini tidak bisa mencetak gambar.


Printer Dot-Matrix, printer yang sering kita lihat di minimarket untuk mencetak nota belanja kita. Printer dot-matrix mencetak dengan kertas di mana pinggiran kertas tersebut terdapat lubang-lubang kecil untuk me-roll kertas tersebut. Jika Daisy Wheel menggunakan piringan untuk mencetak huruf, Printer Dot-Matrix menggunakan sejenis jarum untuk membentuk huruf-huruf yang dituju untuk dicetak. Jarum tersebut berbentuk sesuai huruf masing-masing. Kinerja printer ini adalah jarum-jarum akan menekan pita karbon untuk menimbulkan huruf-huruf pada kertas sehingga tercetak sesuai apa yang dinginkan. Printer Dot-Matrix banyak digunakan di minimarket ataupun pasar swalayan besar, dan digunakan untuk mencetak nota belanja para konsumen.

Inkjet Printer, merupakan printer yang paling sering digunakan. Printer yang diperkenalkan sekitar tahun 1984 ini selain lebih kecil, tinta untuk printer ini juga lebih mudah di dapatkan. Inkjet printer digunakan sebagai pengganti dari Printer Dot-Matrix. Printer ini mampu mencetak dengan resolusi tinggi. Tak seperti printer sebelumnya, Inkjet Printer bisa mencetak bentuk grafis (gambar dan lain-lain).


Printer Laser

Print Laser, adalah printer berkecepatan tinggi, yang dikeluarkan oleh The IBM Printing System pada tahun 1976, dengan hasil output yang memuaskan pula.  Proses yang berukuran seperti mesin fotokopi ini memiliki hasil output yang sangat bagus dan berkontras lebih terang dari pada Inkjet printer. Proses percetakan dilakukan dengan memfokuskan gambar pada titik-titik oleh semi conductor laser layaknya mesin fotokopi. Printer ini banyak digunakan di perusahaan-perusahaan, di mana perusahaan tersebut mencetak file-file penting yang dikehendaki bertahan dalam waktu yang lama.

Plotter, adalah printer yang diciptakan dan dikembangkan khusus dalam mencetak grafis dalam ukuran besar. Ukuran fisik plotter sendiri hampir selebar ruang kelas di STIS. Plotter banyak digunakan di berbagai perusahaan-perusahaan percetakan. Hasil output dari plotter adalah sejenis spanduk, baliho, poster, banner dan lain-lain.

All in One Printer, adalah printer serbaguna yang memiliki beberapa fungsi lain selain mencetak. Beberapa fungsi lain dari printer ini adalah untuk scanning, dan fotokopi.


3D Printer
3D Printer, teknologi baru dari printer, di mana printer dapat mencetak hasil design dalam 3D, dan dicetak dalam bentuk 3D pula. Printer ini sedang banyak dikembangkan di luar negeri. Sayangnya, 3D Printer hanya di gunakan untuk mencetak objek 3D yang berukuran tak begitu besar.


Sumber:
http://budi.akmi-baturaja.ac.id/printer-dari-masa-ke-masa.html
http://junimianasih.blogspot.com/2013/11/perkembangan-printer-dari-masa-ke-masa.html
http://www.stardataservice.com/2013/03/sejarah-printer-teknologi-printing.html
http://sejarah.kompasiana.com/2014/04/18/sejarah-mesin-printer-648922.html
http://www.immersa-lab.com/perkembangan-dan-jasa-3d-printing-indonesia.htm
http://m.portal.paseban.com/?mod=content&act=read&id=69881

Aku yang bingung, apa aku yang tidak tahu?


Kalau dipikir-pikir, di dunia ini banyak orang yang membuat hidupnya dan hidup orang banyak menjadi semakin ribet. Kadang-kadang mereka membuat sesuatu yang sebenarnya telah dibuat oleh orang lain sebelumnya. Mungkin hanya tampilannya sajalah yang membuatnya berbeda.

Sebut saja apa-apa yang mengenai komputer. Entah aplikasi, perangkat-perangkatnya, kelengkapannya, aksesoris dan lain-lain. Kalian pasti tahu sendiri, sekarang anyak macam jenis dari PC, perangkat-perangkatnya, aplikasi, yang pada intinya fungsi dan cara penggunaannya sama.

Dulu aku tak pernah berfikir, kenapa orang yang memproduksi perangkat-perangkat keras komputer seperti CPU, monitor, keyboard, mouse, speaker, webcam, dsb. membuat mereka secara terpisah? Mengapa mereka tak menciptakan semua itu dalam satu perangkat? Bukankah itu terlalu "rempong"? Tentunya kita kesulitan saat kita harus mencetak suatu file yang telah dibuat. Belum lagi harus menginstall driver printer tersebut. Dan apabila seseorang berada pada tempat yang di mana di tempat itu tak ada perangkat komputer. Apabila orang tersebut dalam keadaan genting memerlukan komputer tentu ia kesulitan.

Dan kenapa hampir setiap hardware harus menggunakan driver? Kenapa tak semua hardware compatible dengan suatu operating system? Kenapa tak dibuat saja semua hardware komputer itu compatible dengan sistem operasi, supaya tak perlulah kesulitan dalam menginstall driver dari masing-masing hardware.



Bicara tentang komputer, pasti tak akan lepas dengan yang dinamakan perangkat lunak aplikasi. Ada aplikasi yang sudah default terinstall saat kita menginstall operating system pada komputer kita, ada juga yang harus kita install sendiri.


Aplikasi office, sekarang sudah banyak. Microsoft office adalah yang paling banyak digunakan sekarang. Fitur-fiturnya pun bisa dikatakan komplit. Akan tetapi, sekarang banyak para pencipta banyak yang menciptakan aplikasi-aplikasi sejenis yang fitur dan cara penggunaannya hampir sama. Hanya mungkin beberapa saja yang berbeda. Seperti OpenOffice dan Liber office.

Yang tak kalah penting adalah aplikasi-apliasi converter. Converter video lah, gambar lah, musik lah, semua diciptakan tidak dalam satu paket. Melainkan hampir setiap format file, ada converternya tersendiri. Walaupun telah ada Format Factory yang bisa mengconvert berbagai macam format file ke dalam format lain, tapi itu belum lengkap.

Beralih dari aplikasi converter, menuju ke aplikasi designer. Pada era sekarang, telah banyak tercipta aplikasi-aplikasi designer yng memiliki fitur-fitur yang bisa dibilang jos lah. Akan tetapi, yang paling banyak digunakan saat-saat ini adalah Corel draw dan Adobe Photoshop. Kedua aplikasi ini saling bersaing ketat dalam mengeluarkan fitur-fitur yang the best dari masing-masing mereka. Sebenarnya apabila kita mencermati pada kedua aplikasi tersebut, keduanya memiliki fitur-fitur yang sama. Hanya cara pengoperasiannya sajalah yang membuatnya berbeda.

Bukan hanya aplikasi designer, ada juga aplikasi audio visual grafis editor. Aplikasi ini terdapat banyak sekali jenisnya. Tamplian dan fitur-fiturnya pun hampir sama. Kenapa mereka tak menjadikan satu saja?

Yang paling penting dalam pengoperasian komputer adalah operating system. OS yang sekarang telah dibuat ada berbagai macam. Contohnya Windows, Mac, Linux, Ubuntu, Blangkon, Android dan lain-lain. Windows sendiri seiring waktu berjalan selalu mengalami update dan update. Penambahan fitur-fitur pada windows membuat para konsumennya ingin menggunakan sistem operasi windows versi yang terbaru.

Sekarang pertanyaannyaa adalah, kenapa orang-orang yang menciptakan tidak menciptakan sesuatu dalam satu jenis saja? Satu OS saja? mengapa harus banyak-banyak? Harusnya mereka para pembuat bisa saling bekerja sama dan saling tukar pikiran untuk membuat sesuatu yang akhirnya SANGAT LENGKAP dan bisa memuaskan konsumen mereka, sehingga dalam hal komputerisasi tidak perlu ada keribetan dal pengoperasiannya.